Kamis, 08 Desember 2011

ARTILERI MEDAN

SEJARAH PERKEMBANGAN ARMED


1. Satuan Artileri pada Awal Pembentukan. Sejarah perjuangan bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu dengan lahirnya Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik Indonesia (TRI), kemudian menjadi TNI seperti sekarang.

2.         Lahirnya Korps Artileri TNI AD. armed34Pada tgl 4 Desember 1945 Letnan Jendral Urip Sumohardjo meresmikan berdirinya Markas Artileri yang bertugas membina Satuan-satuan Artileri Indonesia dengan komandan yang pertama adalah Letnan Kolonel R.M Pratikno Suryosumarno. Markas Artileri tersebut merupakan bagian dari jawatan persenjataan Markas Besar Tentara (MBT) yang berkedudukan di Yogyakarta, peresmiannya bersamaan dengan tgl kelahiran Artileri Internasional pada tgl 4 Desember 1945. Tgl 4 Desember itulah yang menjadi hari jadi Korps Artileri TNI AD yang kemudian seiring dengan perkembangan selanjutnya ditetapkan menjadi hari jadi Korps Armed TNI AD.

3. Perkembangan Korps Armed TNI AD.

a.         Dalam perkembangannya tgl 1 Juni 1946 Markas Artileri berubah menjadi Inspektorat Artileri. Pada masa perang kemerdekaan 2, Inspektorat Artileri ini menjadi bagian markas komando Jawa.
b.         Tgl 5 Maret 1948, Inspektorat Artileri merupakan Staf Khusus Angkatan Darat.   Pada tgl 1 Januari 1949 Letnan Kolonel R.M Praktikno  gugur di desa Jenowo Boyolali dan diganti oleh Mayor Art R. Abdul Kadir Prawiraatmaja.
c.         Februari 1950 inspektorat artileri dipindahkan dari Cimahi ke Jakarta dan berubah menjadi Komando Artileri Angkatan Darat.
d.         Tgl 1 April 1950 Komando Artileri menerima penyerahan O.C Artileri     (Opleiding Centrum Artillerie) dari misi militer Belanda, dan pada 1 Juni 1950 diubah menjadi Pusat Pendidikan Artileri (PP Art).
e.         Pada tgl 22 Februari 1952 Pusat Pendidikan Artileri (PP Art) kembali menjadi Inspektorat Artileri dan berpindah lagi ke Bandung, Komandannya dijabat oleh Kolonel Art R. Askari.
f.          Bulan Juni 1956 Inspektorat Artileri dibubarkan sehingga tugas serta fungsinya dilaksanakan oleh Pusat Pendidikan Artileri yang kemudian berkembang menjadi Pusat Artileri yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Art Soewarto.
g.         Tgl 5 Januari 1959 Danpusart dijabat Kolonel Sukiman Tjipto Harsono yang kemudian membentuk :
1)            Rin Armed yang kemudian menjadi Pusdikarmed di Cimahi.
2)            Rin Arsu di Nongkojajar, menjadi Pusdik Arhanud di Karang Ploso
h.         November 1962 Pusat Artileri berubah menjadi Pusat Kesenjataan Artileri dan pada tgl 20 Agustus 1963 Kolonel Art Ateng Yogaswara diangkat menjadi Danpussenart .
i.          Tgl 31 Mei 1966 berdasarkan Keputusan Men/Pangad  Nomor Kep /83/2/1965 tgl 15 pebruari 1966, Kesenjataan Artileri dikembangkan menjadi Pussen Armed dengan lambang TRI SANDYA YUDHA berkedudukan di Cimahi komandannya Kolonel Art Purbo S. Suwondo, sedangkan Pussen Arhanud dengan lambang VYATI RAKCA BHALA CAKTI berkedudukan di Jakarta dengan komandannya Kolonel Art R. Harsoyo.

j.          Dalam perkembangan berikutnya Pusat Kesenjataan Armed maupun Arhanud berubah menjadi Pus Armed dan Pus Arhanud yang organik administratif dibawah Komando Pengembangan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kobangdiklat TNI AD).  Setelah itu, secara  berturut-turut pejabat Danpusarmed TNI AD adalah Brigjen TNI Abdullah Sadjad, Brigjen TNI Bambang Soepangat, Brigjen TNI Rosadi Brataadisuria, sedangkan Danpusarhanud TNI AD adalah   Brigjen TNI R. Harsoyo, Brigjen TNI S. Kadi, Brigjen TNI M. Ardito, Brigjen TNI Amin Ruskan dan Kolonel Art Djoko Pramono.
k.         Berdasarkan Keputusan Pangab Nomor : Kep / 08 / P / III / 1984 tgl 31 Maret 1984 yang dituangkan dalam perintah operasi Kasad nomor 1 tgl 22 September 1984 tentang reorganisasi TNI AD dan berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep / 800 / IX / 1985 tgl 17 September 1985 tentang reorganisasi TNI AD, maka Pusarmed dan Pusarhanud TNI AD alih status komando pengendalian dan pembinaan dari Danjen Kobangdiklat kepada Kasad terhitung mulai 19 September 1985.
l.          Perkembangan selanjutnya, berdasarkan Keputusan Kasad  Nomor  Skep /20/V/1985 tentang organisasi dan tugas Pussenart TNI AD, merupakan penggabungan kembali Pusarmed dan Pusarhanud TNI AD menjadi Pussenart.
m.        Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep / 49 / IX / 2004 tgl 14 September 2004 Pussenart TNI AD alih kodal dari Kasad kepada Dankodiklat TNI AD.
n.         Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep / 43 / XI / 2006 tgl 27 Nopember 2006 Pussenart Kodiklat TNI AD dilikuidasi dan dibentuk Pussenarmed dan Pussenarhanud Kodiklat TNI AD yang diresmikan pada tgl 15 Januari 2007. Sejak ini Korps Artileri dibagi kembali menjadi Korps Armed dan Korps Arhanud.
PERKEMBANGAN SATUAN ARMED

4. Perkembangan Satuan Armed Sejak Tahun 1945 – 1974. Sampai dengan kurun waktu ini, khusus untuk satuan Armed yang sudah ada adalah sebagai berikut :
a.            Pusdikarmed dengan 3 Yon Dodik Armed.
b.            Enam Men Armed.
c.            Tujuh Yon Armed 76 mm (Dua berkualifikasi Para).
d.            Lima Yon Armed 88 mm/Pounder.
e.            Satu Yon Armed 130 mm/Roket.
f.             Satu Yon Armed 105 mm/HOW.
g.            Satu Yon Armed Observasi.
h.            Empat Rai Armed 76 mm/BS.
i.              Satu Rai Armed 105 mm/GS.

5. Renstra I (Tahun 1974 – 1978). Satuan-satuan Artileri mengalami regruping satuan dan beberapa satuan dilikuidasi, sehingga kekuatan satuan Armed menjadi :
a.                                            Pusarmed dengan Pusdikarmed dan 2 Yon Dodik Armed.
b.                                            Satu Men Armed (Kostrad).
c.                                            Dua belas Yon Armed 76 mm (Dua Yon organik Kostrad).
d.                                            Satu Yon Armed 105 mm/HOW organik Kostrad.
e.                                            Satu Yon Armed 130 mm/Roket organik Kostrad.
f.                                             Satu Rai Armed 105 mm/GS organik Brikav Kostrad.

6.         Renstra II (Tahun 1979 – 1983). Satuan Armed dan Arhanud telah mengalami likuidasi dan alih status dalam rangka pengembangan kekuatan Artileri.
a.         Pengembangan kekuatan satuan Artileri khususnya satuan Armed menjadi :
1)            Pusarmed dan 2 sekolah Armed.
2)            Dua Men Armed organik Kostrad.
3)            Dua belas Yon Armed 76 mm (Empat Yon organik Kostrad).
4)            Satu Yon Armed 105 mm/HOW organik Kostrad.
5)            Satu Yon Armed 130 mm/Roket organik Kostrad.
6)            Satu Rai Armed 105 mm/GS organik Brikav Kostrad.
b.         Pada program kerja pengembangan kekuatan artileri tahun 1980/1981 Renstra II TNI AD, telah dimantapkan 4 batalyon Armed, diantaranya 2 Yonarmed Kostrad.  Pada program kerja pengembangan kekuatan Artileri tahun 1981/1982,   2 Yonarmed Kostrad dan Yonarhanudri diantaranya 1 Yonarmed Kostrad sudah dimantapkan.  Dalam program kerja pengembangan kekuatan Artileri tahun 1982/1983 1 Yonarmed Kostrad dan Yonarhanudri sedang dimantapkan.
c.         Pada akhir Renstra II TNI AD dalam program kerja tahun 1982/1983 melaksanakan rematerialisasi satuan Artileri. Khusus satuan Armed yang melaksanakan rematerialisasi diantaranya yaitu berupa Meriam 105 HOW 101 ex USA dan Meriam 105/GS dengan nama proyek Guntur Geni II.

7.         Renstra III (Tahun 1984 – 1988). Beberapa satuan Artileri baik Armed dan Arhanud mengalami likuidasi dan alih status sehingga satuan-satuan tersebut menjadi :
a.         Pussenart TNI AD.
1)         Pusdikart Pussenart.
a)            Sekolah Armed.
b)            Sekolah Arhanud.
c)            Sekolah rudal.
2)         Instek TNI AD.
3)         Dohar Rapier.
b.         Satuan Armed.
1)         Dua Men Armed organik Kostrad.
2)         Tujuh Yon Armed 76 mm (4 Yon organik Kostrad dan 3 Yon Organik Kodam).
3)         Enam Yon Armed 105 mm/Tarik organik Kodam.
4)         Enam Yon Armed 105 mm/GS organik Kostrad.
c.         Beberapa Satuan Arhanud.

8.         Renstra IV (Tahun 1989 – 1993). Dalam perkembangan selanjutnya mulai 1989 tahun pertama Renstra IV tahun 1989 – 1993, satuan-satuan Artileri adalah :
a.         Pussenart.
1)         Pusdikart Pussenart.
a)         Sekolah Armed.
b)         Sekolah Arhanud.
c)         Sekolah Rudal.
2)         Instek TNI AD.
3)         Dohar Rudal Rapier.
b.         Satuan Armed.
1)         Dua Men Armed organik Kostrad.
2)         Enam Yon Armed 76 mm (4 Yon organik Kostrad dan 2 Yon organik Kodam).
3)         Enam Yon Armed 105 mm/Tarik organik Kodam.
4)         Dua Yon Armed 105 mm/GS organik Kostrad.
5)         Satu Rai Armed di Puslatpur.
c.         Beberapa Satuan Arhanud.
d.         Organik Artileri Akmil.
1)         Departemen Artileri Akmil.
2)         Unit Artileri Yon Demlat Akmil.
3)         Unit  Artileri Denlat Puslatpur Matra Darat Pusbangsis Ops.

9.         Perkembangan pada Renstra V dan Seterusnya (Tahun 1994 – 1999 s.d Sekarang). Dalam periode ini telah dilaksanakan perubahan sebagai berikut :
a.            Berdasarkan Skep Kasad Nomor : Skep / 522 / X / 1997 telah diresmikan Batalyon Armed-16/105 Tarik Dam-VI/TPR, dimana Makonya berkedudukan di Ngabang (Kalbar), dan terdiri dari 3 Rai di Ngabang (Kalbar dan 1 Rai di Tenggarong (Kaltim).
b.            Berdasarkan Skep Kasad Nomor : Skep / 3 / III / 1999 tgl  22 Maret 1999 tentang Pembentukan Pusdikarhanud dan Skep Kasad Nomor : Skep / 4 / III / 1999 tgl 22-3-1999 tentang Pembentukan Pusdikarmed.  Pusdikart dilikuidasi menjadi Pusdikarmed dan Pusdikarhanud yang peresmiannya dilaksanakan tgl 29 April 1999.
c.            Pada tgl 24-6-1999 Pusdikarmed dan Pusdikarhanud alih Kodal dari Pussenart ke Kodiklat TNI AD.
d.            Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep / 5 / V / 2000 tgl 26 Mei 2000 Pussenart menggunakan Orgas baru yang telah divalidasi, antara lain pemisahan Binsen Pussenart menjadi Binsen Armed dan Binsen Arhanud Pussenart.
e.            Berdasarkan Sprin Kasad Nomor : Sprin / 1065 / VIII / 2001 tgl 10 Agustus 2001   telah   dilaksanakan  alih  Kodal   Instek TNI AD  dari  Pussenart kepada Kodiklat TNI AD dan perubahan nama dari Instek menjadi Lemjiantek pelaksanaan alih Kodal pada tgl 13 September 2001.
f.             Pada tgl 15 Oktober 2002 sebagai tindak lanjut Skep Kasad Nomor : Skep / 522 / X / 1997 maka pada Program TA. 2002 dilaksanakan pengisian  personel dan material Rai Pur-C guna melengkapi Yon Armed-16/VI/TPR.
g.            Dasar surat perintah Kasad Nomor : Sprin / 1600 / X / 2004 tgl 4 Oktober 2004 tentang realisasi pengorganikan Pussen-pussen ke Kodiklat TNI AD, Pusdik-pusdik (Pusdikif, Pusdikkav, Pusdikarmed, Pusdikarhanud) ke Pussen-pussen dan Sdirbinjasmil Pussenif ke Kodiklat TNI AD serta pelimpahan Ku kodiklat TNI AD ke Ditkuad.
h.            Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep / 53 / IX / 2004 tgl 24 September 2004 tentang pemberlakuan Orgas Raipur Armed BS Dam VI/Tpr.
i.              Berdasarkan Keputusan Kasad Nomor : Kep / 43 / XI / 2006 tgl 27 Nopember 2006, organisasi dan tugas Pussenart dilikuidasi menjadi Pussenarmed dan Pussenarhanud.
j.              Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor : Perkasad / 212 / XII / 2007 tgl 6 Desember 2007 tentang Pengembangan Rai Armed BS menjadi Yonarmed-18/105 mm/Tarik/Buritkang di Jajaran Kodam VI/Tpr.
k.            Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor : Perkasad / 213 / XII / 2007 tgl 6 Desember 2007 tentang Pembentukan Raipur B guna memenuhi Yonarmed-16/ 105 mm/Tarik/Tumbak Kaputing di Jajaran Kodam VI/Tpr.
l.              Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor : Perkasad / 215 / XII / 2007 tgl 6 Desember 2007 tentang Pembentukan Yonarmed-17/105 mm/Tarik/Rencong Cakti di Jajaran Kodam Iskandar Muda.
m.          Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor : Perkasad / 56 / X / 2008 tgl 9 Oktober 2008 tentang Pembentukan Yonarmed-19/105 mm/Tarik/Bogani di Jajaran Kostrad.

10. Daftar Pejabat Danpussenart/Danpussenarmed.
a.         Daftar Pejabat Danpussenart.
1)            Brigjen TNI Djoko Pramono        TMT : 4-12-1985 s.d 1-7-1987.
2)            Brigjen TNI Togi M. Hutagaol      TMT : 1-7-1987 s.d 1-4-1991.
3)            Brigjen TNI Ir. Gunadi                  TMT : 1-4-1991 s.d 1-8-1992.
4)            Brigjen TNI L. Soekisno               TMT : 1-8-1992 s.d 20-4-1993.
5)            Brigjen TNI Samsoedin               TMT : 20-4-1993 s.d 16-11-1995.
6)            Brigjen TNI Y.B. Wirawan            TMT : 16-11-1995 s.d 15-7-1997.
7)            Brigjen TNI P. Ginting , S.IP        TMT : 15-7-1997 s.d 1-6-2000.
8)            Brigjen TNI H. M. Hatta, S.IP       TMT : 1-6-2000 s.d 1-7-2002.
9)            Brigjen TNI H. M. Sochib, MBA TMT : 1-7-2002 s.d 24-10 -2003.
10)         Brigjen TNI Sabar Yudo Suroso TMT : 24-10-2003 s.d 23-2-2005.
11)      Brigjen TNI  M. Sulchan              TMT : 23-2-2005 s.d 8-8-2006.
12)      Kolonel Art Sularso, S.IP (Plt. Danpussenart)    TMT : 8-8-2006 s.d 15-1-2007.
b.         Daftar Pejabat Danpussenarmed.
1)         Brigjen TNI Sularso, S.IP                     TMT : 15-1-2007 s.d 17-1-2008.
2)         Brigjen TNI Thomas Edy Widagdo     TMT : 17-1-2008 s.d 1-4-2010.
3)         Brigjen TNI A. Agung Gde Suardhana, S.IP      TMT : 1-4-2010 s.d sekarang.

11.       Dislokasi Satuan-satuan Armed.
a.            Pussenarmed berkedudukan di Cimahi.
b.            Pusdikarmed berkedudukan di Cimahi.

c.            Satuan-satuan Artileri Medan dan jenis senjatanya.
1)            Resimen Armed 1 Kostrad berkedudukan di Malang.
2)            Resimen Armed 2 Kostrad berkedudukan di Purwakarta.
3)            Batalyon Armed 1/105 mm berkedudukan di Singosari, Malang.
4)            Batalyon Armed 2/105 mm berkedudukan di Deli Tua, Deli Serdang.
5)            Batalyon Armed 3/105 mm berkedudukan di Magelang.
6)            Batalyon Armed 4/105 GS berkedudukan di Cimahi.
7)            Batalyon Armed 5/105 mm berkedudukan di Cipanas.
8)            Batalyon Armed 6/76 Gn berkedudukan di Ujung Pandang.
9)            Batalyon Armed 7/105 GS berkedudukan di Jakarta.
10)         Batalyon Armed 8/76 mm Gn Kostrad berkedudukan di Jember.
11)         Batalyon Armed 9/76 mm Gn Kostrad berkedudukan di Purwakarta.
12)         Batalyon Armed 10/105 mm Kostrad berkedudukan di Bogor.
13)         Batalyon Armed 11/76 mm Gn Kostrad berkedudukan di Magelang.
14)         Batalyon Armed 12/105 mm Kostrad berkedudukan di Ngawi.
15)         Batalyon Armed 13/76 mm Gn Kostrad berkedudukan di Sukabumi.
16)         Batalyon Armed 15/76 mm Gn (155 mm pemeliharaan) berkedudukan di Batu Raja.
17)         Batalyon Armed 16/105 mm berkedudukan di Ngabang, Kalimantan Barat.
18)         Batalyon Armed 17/105 mm berkedudukan di Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam.
19)         Batalyon Armed 18/105 mm berkedudukan di Berau, kalimantan Timur.
20)         Batalyon Armed 19/105 mm Kostrad berkedudukan di Bolang Mongondow, Sulawesi Utara.
21)         Unit Denlatpur berkedudukan di Baturaja.



ARMED DALAM TUGAS

12.       Perjuangan Menegakkan Proklamasi (1945 s.d 1950). Pasukan Artileri melaksanakan pertempuran dalam menegakkan proklamasi antara lain :
a.         Di pantai Kedung Cowek Surabaya bersama TKR laut dengan menggunakan meriam 105 mm/HOW.
b.         Pada Bulan Juli 1946 meriam artileri penangkis serangan udara 40 mm berhasil menembak jatuh pesawat mustang di daerah Tandes Surabaya.
c.         Pertempuran di Gedangan Buduran dengan menggunakan meriam 105 mm/HOW dan meriam 40 mm melawan pasukan infanteri dan tank  pasukan sekutu.
d.         Oktober 1945 Pasukan Artileri yang terdiri dari Baterai B 1 Purworejo, Pasukan Artileri Purwokerto bertempur membantai Pasukan Infanteri Sekutu/Inggris pada Palagan Ambarawa.  Sedangkan pada pertempuran di sekitar Semarang dalam membantu gerak maju Pasukan Infanteri Tuntang Sala Tiga ke Pudak Payung sehingga telah gugur prajurit Dargun bersama 2 orang prajurit artileri lainnya, ketika mendapat serangan udara musuh di Bawen.
e.         Pada Bulan Juli 1947 Pasukan Artileri Pantai I di Cimiring dan Karang Bolong Cilacap berhasil menenggelamkan kapal patroli Belanda, namun dalam serangan balasan Belanda dengan serangan udaranya telah gugur Lettu Surip, Lettu Sastro Diharjo, Letnan Sastro Direjo, Serma Sirin bersama 45 orang prajurit lainnya.
f.          Pertempuran di Lho’ Nga Aceh pada bulan November 1946 Pasukan Artileri Divisi Rencong berhasil merusakan sebuah kapal dan menembak jatuh pesawat Belanda.

13. Penugasan Satuan Armed dalam Operasi. Keterlibatan satuan-satuan Armed secara aktif dalam melaksanakan operasi tempur sebagai berikut  :
a.         Penumpasan pemberontakan PKI/Muso tahun 1948, Artileri Baterai C beroperasi membantu Divisi I/Siliwangi.
b.            Penumpasan DI/TII di Jawa Barat.
c.            Penumpasan pemberontakan RMS, Andi Azis, Kahar Muzakar.
d.            Penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta.
e.            Penumpasan PGRS.
f.             Perjuangan pembebasan Irian Barat (Trikora).
g.            Perjuangan Dwikora di Kalimantan Barat.
h.            Penumpasan G 30 S/PKI satuan Artileri ikut aktif melaksanakan operasi penumpasan G 30 S/PKI.
i.          Operasi seroja/pembebasan Timor Timur baik Armed maupun Arhanud ikut serta mengerahkan satuannya.
j.          Operasi jaring merah/pengamanan wilayah di Aceh, Satuan Armed dan Arhanud telah mengirimkan pasukannya untuk membantu rakyat dari gangguan GPK Aceh merdeka.
k.         Pengamanan wilayah di Kalbar, Maluku dan Maluku utara serta Poso.
l.          Operasi terpadu di wilayah Aceh dalam rangka pengamanan dari gerakan separatis pemberontakan Aceh merdeka serta dalam rangka penegakan hukum.
m.        Pengamanan Perbatasan RI – RTDL (Timor Leste) di Atambua.
n.         Dalam tugas-tugas internasional, satuan-satuan Armed juga dilibatkan dalam tugas-tugas Internasional seperti Misi Garuda di Kongo, Vietnam, Timor Tengah, Kamboja, Bosnia, Georgia, Filipina, Siera Leone (Afrika Barat) dan  Sudan.
o.         Dalam era pembangunan, satuan-satuan Armed juga ambil bagian secara aktif dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan kegiatan karya bhakti lainnya guna memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat, serta operasi penanggulangan bencana alam seperti yang terjadi saat gempa bumi dan tsunami di Aceh tahun 2004 juga saat gempa bumi di Bantul, DIY tahun 2006.

http://www.pusdikarmed.mil.id/index.php?option=com_content&view=section&id=5

Sejarah Marinir

Korps Marinir memang unik, karena dalam terminologi militer " Korps" adalah suatu kesatuan di atas tingkat Divisi dengan tanda taktis XXX dan di bawah tingkat Kopur atau tentara. Namun dalam tubuh Angkatan Laut, Korps Marinir di anggap sebuah " branch" yang melengkapi isi TNI AL di samping Pelaut, Teknik, Elektro, Supply, Khusus, Kowal dan Kesehatan.
      
Dalam struktur organisasi TNI AL, Korps Marinir adalah sebuah Kotama sejajar dengan Kotama lain seperti Koarmatim, Koarmabar, Kolinlamil, Kodikal, Seskoal dan AAL.
Sejarah Singkat Korps Marinir

           Terlahir dari patriotisme pemuda yang menginginkan patahnya belenggu kolonialisme, Korps Marinir sudah eksis sejak berkecamuknya perang merebut kemerdekaan. Setelah gema Proklamasi 17 Agustus 1945 dikumandangkan, pada tanggal 22 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia membentuk tiga badan yaitu Komite Nasional Indonesia, Party Nasional Indonesia dan Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP). Dalam lingkungan BPKKP inilah dibentuk satu badan keamanan yang dinamakan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Bagi pelaksanaan tugas keamanan dan ketertiban di pantai, lautan dan daerah-daerah pelabuhan dibentuk BKR Laut yang didirikan pada 10 September 1945
          
           Pada 5 Oktober 1945 Presiden mengeluarkan maklumat tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat di mana BKR menjadi inti TKR. Dengan demikian BKR Laut pun berubah menjadi TKR Laut. TKR ini kemudian berkembang menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

           Pada 15 Nopember 1945 tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal nama Corps Mariniers (tanggal ini selanjutnya dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir). Selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan No. A/565/1948 pada tanggal 9 Oktober 1948 ditetapkan adanya Korps Komando di dalam jajaran Angkatan Laut. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) kembali menggunakan nama Korps Marinir sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut No. Skep/1831/XI/1975 tanggal 15 Nopember 1975.

           Seiring dengan berkembangnya jaman terutama untuk menuju terbentuknya organisasi militer yang modern dan profesional, Korps Marinir baik secara organisatoris maupun pembinaan kekuatannya mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang dimaksud antara lain mulai dari penyebutan unsur kekuatan, likuidasi beberapa satuan, penambahan kekuatan satuan baik di lingkup Komando Pelaksana (Kolak) maupun Satuan Pelaksana (Satlak) hingga ke tingkat pola pembinaan personel atau pengawak organisasi.

           Di bidang organisasi, perubahan terakhir terjadi pada tahun 2004 di mana terbentuk kekuatan baru di jajaran Kolak Korps Marinir yakni dengan terbentuknya Pasmar-II dan Brigif-3 Marinir.
          
            Di masa mendatang, kekuatan Korps Marinir akan terus dikembangkan hingga mencapai bentuk yang ideal baik dari segi kualitas maupun kuantitas personel termasuk peralatan tempurnya.
: : Dharma Bhakti Korps Marinir 

http://www.marinir.mil.id/sejarah.php

Sejarah Berdirinya Kopassus

Siapa yang tak tahu dengan Kopassus, pasukan khusus elit milik negara Kita. Pasukan yang sangat disegani oleh dunia kemiliteran dunia, bagaimana tidak, Kopassus tercatat sebagai pasukan khusus terbaik ketiga di dunia, hanya kalah dengan Pasukan Khusus Inggris dan pasukan Mossad Israel. Selain itu Kopassus juga menjadi satu dari empat pasukan khusus yang berhasil melaksanakan operasi pembebasan sandera di dalam pesawat. (Operasi pembebasan sandera pesawat DC-9 Wovla Garuda Indonesia)

http://3.bp.blogspot.com/-MCWeUZgjuH8/TaaZZWdNbWI/AAAAAAAAEBs/BDuuQBBhHbU/s1600/kopasus.jpg
Kopassus, Pasukan Khusus kebanggan Indonesia

Tapi tahukah kalian bagaimana sejarah terbentuknya Kopassus?. Terbentuknya Kopassus tak terlepas dari peristiwa gerakan operasi untuk menumpas berbagai pemberontakan dan gerakan separatisme yang melanda negeri Indonesia di masa-masa pasca kemerdekaan. Saat itu Kolonel Slamet Riyadi mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah pasukan Khusus yang mempunyai kemampuan bertempur luar biasa.

Hal ini kemudian didiskusikan dengan Kolonel Alex E kawilarang. Namun sayang, Kolonel Slamet Riyadi gugur dalam sebuah pertempuran di Ambon sebelum berhasil mewujudkan impianya membentuk pasukan khusus.

Kolonel Alex Kawilarang pun berusaha untuk meneruskan impian Kolonel Slamet Riyadi, ia menunjuk Rokus Bernadus visser, seorang mantan tentara Belanda yang menjadi warga negara Indonesia dan merubah namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten pada Corps Speciale Troopen KNIL. Jabatan terakhirnya adalah Komandan sekolah terjun payung KNIL di Cimahi. Pengalamanya selama menjadi prajurit Speciale Troopen membuatnya memiliki kemampuan tempur yang baik. Hal inilah yang membuat Kolonel Alex Kawilarang menunjuknya untuk memimpin dan melatih serta merombak pasukan khusus yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Kolonel Kawilarang yang bernama Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) pada tanggal 15 April 1952.

http://3.bp.blogspot.com/-p9BxvAJM0FI/TaaZZA3SS1I/AAAAAAAAEBc/YNjMD7yKYqI/s1600/alex.jpg
Kolonel Alex Kawilarang

Setelah menyanggupi permintaan Kolonel Alex Kawilarang, Idjon Djanbi kemudian menjadi Anggota TNI dengan pangkat Mayor dan mulai memilih perwira-perwira terbaik untuk dilatih menjadi anggota Kesko TT yang mempunyai kemampuan tempur seperti layaknya anggota Speciale Troopen, pasukan yang pernah dipimpin oleh Idjon Djanbi sewaktu masih bergabung dengan tentara RMS.

http://3.bp.blogspot.com/-3YbKcXmDMUI/TaaZZWX9K9I/AAAAAAAAEBk/Tbv8jfxFWPg/s1600/idjon.jpg
Mochammad Idjon Djanbi

Setelah mendapatkan sekompi perwira-perwira terpilih ditambah dengan anggota-anggota lama Kesko TT, mulailah Idjon Djanbi melatih perwira-perwira tersebut dengan berbagai kemampuan tempur baik secara individu maupun secara kelompok, kemampuan evakuasi, dan kemampuan-kemampuan lainya yang harus dimiliki oleh layaknya anggota sebuah pasukan khusus. Sejak itu pula Indonesia mempunyai sebuah pasukan khusus yang bisa dibanggakan.

Nama Pasukan Khusus ini sering berubah-ubah, Berikut ini adalah beberapa perubahan nama Yang terjadi pada Pasukan Khusus Kita ini

  • Tanggal 19 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) dan Berubah Nama jadi KKAD,
  • 18 Maret 1953 komando Siliwangi di ambil alih Mabes ABRI, kemudian namanya diubah menjadi “Korps Komando Angkatan Darat” (KKAD).
  • 25 Juli 1955 KKAD ditingkatkan menjadi “Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD)”, saat itu masih dikepalai oleh Idjon Djanbi.
  • Tahun 1959 Kepanjangan RPKAD diubah menjadi “Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD)”. Karena unsur tempur TNI dipindah ke cijantung, dalam masa ini, Idjon Djanbi digantikan oleh Komaruddin Nasution.
  • 12 Desember 1966 RPKAD berubah lagi menjadi “Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD)”
  • 17 Februari 1971, resimen dari Puspassus AD tersebut diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
  • Kopasanda inilah yang berhasil membawa nama Kopasus cemerlang di kancah internasional, karena berhasil dalam operasi pembebasan sandera pesawat DC-9 Wovla Garuda Indonesia Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis “Komandi Jihad”. dalam misi ini Kopassandha berhasil membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan, satu orang anggota yaitu Capa (anumerta) Achmad Kirang dan pilot Kapten Herman Rante gugur ditembak oleh pembajak. Prestasi lainnya adalah berhasil menangkap Xanana Gusmao di dili pada tahun 1992

Dan akhirnnya pada tanggal 26 Desember 1986, Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, maka sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi “Komando Pasukan Khusus” yang lebih terkenal dengan nama “Kopassus”.
http://tolomeku-doumbojo.blogspot.com/2011/04/sejarah-berdirinya-kopassus.html

PENDAFTARAN TARUNA AKPOL


PERSYARATAN UMUM
a. Warga Negara Indonesia (pria atau wanita)
b. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
c. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia
d. Sehat jasmani dan rohani (surat keterangan dari institusi kesehatan)
e. tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan
f. berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
g. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas kepolisian

PERSYARATAN KHUSUS
a. berijazah SMA/SMU/MA jurusan IPA/IPS dengan nilai rata – rata HUAN min 6,5 untuk jurusan IPA dan 7 untuk jurusan IPS
b. bagi calon yng mempunyai visus mata maks -1 (min 1) dan dapat dikoreksi menjadi normal, menggunakan HUAN rata – rata min 6,75 untuk jurusan IPA dan 7,25 untuk jurusan IPS
c. bagi lulusan tahun 2010 (masih kelas 3) menggunakan nilai rata- rata rapor kelas 3 semester 1 min 7 jurusan IPA dan 7,25 jurusan IPS, yang disahkan oleh Kepala Sekolah dan selanjutnya menggunakan surat tanda kelulusan dengan criteria “lulus”.
d. bagi brigadier polisi yang telah mempunyai masa dinas 2 (dua) tahun terhitung masa magang dan harus berijazah SMA/SMU/MA jurusan IPA/IPS dngan criteria nilai sesuai butir a diatas.
e. pada saat pembukaan pendidikan tanggal 19 Agustus 2010 usia min 16 (enam belas) tahun dan maksimal bagi yang berijazah :
1) SMA/SMU/MA : 21 Tahun
2) Brigadir Polisi : 21 Tahun
3) Sarjana : 22 Tahun
Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku)
1) Pria : 163 cm
2) Wanita : 160 cm
f. belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan Pembentukan
g. bersedia menjalani IDP (Ikatan Dinas Pertama) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai saat diangkat menjadi Inspektur Polisi.
h. memperoleh persetujuan dari orang tua / wali bagi yang belum berusia 21 tahun
i. tidak terikat perjanjian ikatan dinas dengan instansi lain
j. telah berdomisili di wilayah polda pendaftaran minimal 1 tahun yang dibuktikan dengan KTP setempat dan KK, bagi yang sedang menempuh pendidikan dan lulus belum 1 tahun dibuktikan dengan raport / ijazah dari sekolah yang berada di wilayah polda pendaftaran.
k. bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai / karyawan / anggota polri :
1) mendapatkan persetujuan/rekomendasi dari Kepala Jawatan/ Instansi / satker yang bersangkutan
2) bersedia diberhentikan dari status pegawai / karyawan / anggota polri, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna Akpol.
3) khusus anggota polri :
a) pada saat mendaftar telah memiliki masa dinas 2 tahun (bagi Brigpol dihitung setelah magang)
b) penilaian kinerja/daftar penilaian (dapen) dengan nilai minimal 75.
c) Surat keterangan Hasil penelitian (SKHP) dari yang berwenang.
l. harus mengikuti dan lulus RIK/ UJI yang meliputi :
1) tingkat polda :
a) pemeriksaan administrasi awal
b) pemeriksaan kesehatan I
c) pemeriksaan psikologi
d) pemeriksaan akademik
e) pemeriksaan kesehatan II
f) pemeriksaan dan pengujian jasmani
g) pemeriksaan administrasi akhir
h) pemgumuman kelulusan sementara
2) tingkat pusat:
a) pemeriksaan administrasi
b) pemeriksaan kesehatan
c) pemeriksaan psikologi
d) pemeriksaan akademik
e) pemeriksaan dan pengujian jasmani
f) sidang penetapan kelulusan

Kemampuan Brimob sudah ada sejak dulu


Nama Brigade Mobil dalam sejarahnya mengalami beberapa kali perubahan mulai dari masa perjuangan merebut kemerdekaan RI saat itu dengan nama Takubetsu Keisatsu Tai kemudian dalam perkembangannya berubah nama menjadi Polisi istimewa. Dengan kemampuan, ketrampilan dan disiplin yang dimiliki, warga Polisi Istimewa kemudian menjadi Mobile Brigade (Mobrig) dan akhirnya hingga sekarang ini berubah menjadi Brigade Mobile (Brimob) 
 Sementara itu, tempat latihan yang digunakan untuk melatih dan membentuk Brigade Mobil yang handal juga mengalami beberapa perubahan diantaranya Brigade Mobil pernah dilatih di Sekolah Pendidikan Mobile Brigade Porong Jawa Timur dan di Markas Pusat Korps Brimob Polri ( sekarang Mako Korbrimob Polri Kelapa Dua Depok). Keberadaan brimob yang semakin berkembang dan guna mendidik bhayangkara – bhayangkara Brimob lebih professional maka dibentuk tempat latihan terpusat bagi Brigade Mobil  yaitu Pusat Pendidikan Brimob Watukosek Mojokerto Jawa Timur.
 Sekolah Pendidikan Mobile Brigade Porong mungkin banyak diketahui sesepuh Brimob terdahulu bahkan pernah merasakan dan mengalami pendidikan di Sekolah Pendidikan Brimob di Porong tersebut. Disini diketahui kemampuan yang dimiliki Brimob sekarang ini didapatkan dari kemampuan yang dimiliki Brimob jaman dulu. Hal ini dapat dilihat pada tahun 1958 di Sekolah Pendidikan Brimob Porong sudah dilatihkan materi pelajaran Halang Rintang, Menembak, Menembak Kepercayaan, Anti Gerilya dan Alat Komunikasi. Selain itu juga diajarkan tentang perembesan, tehnik mencari jejak musuh dan berpatroli dengan menggunakan petunjuk peta.
 Hasil pelatihan yang dilakukan di Sekolah Pendidikan Porong diperagakan dalam suatu latihan gabungan ketika itu, diasumsikan ada gerombolan yang ingin mengacaukan situasi keamanan, dengan kesigapan Brigade Mobil melakukan patroli untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan gerombolan tersebut.
 Setelah informasi didapatkan kemudian patroli dilanjutkan berdasarkan petunjuk jejak – jejak gerombolan. Dengan kewaspadaan yang tinggi dan kejelian yang dimiliki brimob maka keberadaan gerombolan – gerombolan pengacau keamanan tersebut dapat diketahui berdasarkan tanda – tanda yang ditemukan seperti sisa – sisa makanan milik gerombolan.
 Atas dasar petunjuk tersebut, kemudian Team Patroli Brimob mendekati gubuk atau markas gerombolan untuk mengetahui kekuatan gerombolan untuk melakukan penggerebekan dan penangkapan kepada para gerombolan. Dari pelatihan kemampuan yang dilakukan Brimob kala itu dapat dilihat dalam gambar yang didokumentasikan oleh sekolah pendidikan Brigade Mobil Porong Jawa Timur Tahun 1958.
 (Sumber Majalah Teratai Edisi Khusus HUT Brimob Polri Ke-63 Thn 2008)

Senin, 25 Mei 2009

Sejarah Singkat Brimob Polri


Polisi istimewa ini merupakan satu – satunya badan kepolisian bentukan jepang yang tetap diperkenankan untuk memegang senjata, memainkan peranannya memperkuat Barisan Perjuangan Rakyat Indonesia  menentang penjajahan. Polisi istimewa inilah yang kemudian merupakan cikal bakal terbentuknya Mobrig atau yang sekarang dikenal dengan nama Brigade mobil polri ( Brimob Polri) 
Pasukan semi militer dan militer serta polisi tugas khusus awal mulanya dibentuk oleh Jepang dengan tujuan untuk memenuhi kekurangan tenaga manusia yang diperlukan untuk mendukung kepentingan perangnya. Kekurangan tenaga manusia ini diakibatkan karena kekalahan perangnya sejak awal tahun 1943 dengan situasi perang fasifik yang mulai berubah. Kekalahan Jepang di tahun ini diantaranya kekalahan dalam pertempuran laut di sekitar Midway dan laut Karang, jatuhnya kepulauan Saipan ke tangan Amerika Serikat sehingga menimbulkan keresahan masyarakat Jepang serta hilangnya kapal – kapal angkut dan kapal perang Jepang seiring dengan terpukul mundurnya mereka dari Papua Nugini, Kepulauan Salomon dan Kepulauan Marshall. 
Kekalahan – kekalahan ini membuat Jepang menjadi defensife, sehingga Jepang mulai lebih intensif mencari dukungan masyarakat Indonesia dengan mendidik dan melatih para pemuda Indonesia di bidang militer atau semi militer. Awal maret 1943 akhirnya diresmikan berdirinya Seinendan atau barisan pemuda, Gakutotai atau barisan pelajar, Keibodan atau barisan bantu polisi, pembantu prajurit Jepang (Heiho) dan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Semua anggota barisan itu mendapat gemblengan patriotism dan nasionalisme, latihan perang – perangan (Kyoren) dan baris berbaris. Latihan ini sangat besar arti dan manfaatnya untuk melatih kedisiplinan , kemauan yang keras serta ketrampilan. Selain itu pelatih / guru bangsa Indonesia yang melatih juga memperkenalkan kebesaran tanah air Indonesia dengan menggunakan bahasa melayu pada setiap pertemuan. 
Pada jaman pendudukan Jepang, Kepolisian (Keisatsutai) mempunyai pasukan polisi dengan tugas – tugas khusus yang dinamai Tokubetsu Keisatsu Tai (Polisi Istimewa) dan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia mereka menjadi Polisi Intimewa (PI) atau Pasukan Polisi Perjuangan (P-3) yang dibentuk di tiap – tiap Karesidenan. Polisi istimewa ini merupakan satu – satunya badan kepolisian bentukan Jepang yangf tetap diperkenankan untuk memegang senjata, memainkan peranannya memperkuat Barisan Perjuangan Rakyat Indonesia menentang penjajahan. Polisi Istimewa inilah yang kemudian merupakan cikal bakal terbentuknya Mobrig atau yang sekarang dikenal dengan nama Brigade Mobil Polri (Brimob Polri). 
Polisi menjaga keamanan dalam negeri ini merupakan tanggung jawab besar polisi sehingga seluruh perlengkapan militernya tidak diminta oleh Jepang. Kondisi dan kesempatan ini kemudian digunakan oleh satuan polisi untuk mempelopori dan mensponsori aneka pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang. Hal ini membuat aktivitas juang satuan polisi jelmaan Tokubetsu Keisatsu Tai terus melaju dengan nama dan seragam yang beragam. 
Untuk menyeragamkan dan meyatukan mereka, Kepala muda Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan Surat Perintah No.Pol. : 12/78/91 tertanggal 14 Nopember 1946 yang berisikan pembentukan Satuan Mobile Brigade (Mobrig). Meskipun secara de jure Mobrig berdiri pada tanggal dan tahun tersebut, namun secara defacto Mobrig telah hadir dan aktif sejak 14 Nopember 1945. dengan bentuk satuan organisasi yang terus disempurnakan ini maka Mobrig secara aktif terus berkiprah dalam usaha bela Negara melawan Belanda serta mengatasi berbagai pemberontakan di dalam negeri selama Revolusi Fisik (1945-1949) berlangsung.

http://brimobsultra.blogspot.com/2009/05/sejarah-singkat-brimob-polri.html

Selasa, 06 Desember 2011

Sumatera
Brimob Dikerahkan Jaga Lapas di Aceh

BANDA ACEH--MICOM: Kapolda Aceh Irjen Polisi Fajar Prihantoro menyatakan personil Brimob akan dikerahkan untuk membantu pengamanan di sejumlah Lembaga pemasyarakatan (Lapas) besar di provinsi itu. 

"Pengerahan personil Brimob itu untuk membantu pengamanan bagi Lapas besar, sebagai antisipasi jangan sampai Lapas dibobol oleh orang-orang bersenjata seperti di Lhokseumawe," katanya di Banda Aceh, Minggu (14/11). 

Hal itu disampaikan Kapolda usai upacara HUT ke-65 Brigade Mobil (Brimob) Polri di lapangan tembak kawasan Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pria bersenjata api jenis AK-56 mendatangi Lapas kelas II-A Lhokseumawe, dan berhasil membawa kabur empat narapidana yang ditahan di Lapas tersebut pada Kamis (11/11). 

Pihak kepolisian Polres Kota Lhokseumawe telah menginditifikasi para pelaku yang membawa kabur empat narapidana dari Lapas daerah itu. Keempat narapidana yang dibawa kabur pria bersenjata api itu yakni, Azhari bin Abubakar, 23, Yusrizal bin M Jamil, 34, Rizal Antoni bin 
Muhammad, 33, dan Syarbaini bin Sulaiman, 45. 

Ketika ditanya situasi keamanan di Aceh, Kapolda Fajar Prihantoro mengatakan relatif kondusif meski kuantitas kriminal memang naik. Namun, ia menyebutkan masih banyak senjata api illegal yang beredar di Aceh pascakonflik setelah penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) 
Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005. 

"Kriminal bersenjata itu karena masih banyak oknum masyarakat atau kelompok tertentu yang belum menyerahkan senjata api ilegal kepada pihak berwajib. Karenanya kami mengimbau agar menyerahkannya," kata dia. 

Rangkaian HUT Brimob Polri, Kapolda Aceh juga menyerahkan santunan kepada personil Brimob Polda Aceh, Brigadir Yahya yang mengalami cacat akibat tembakan saat menjalankan tugas penyergapan kelompok teroris di Aceh Besar, beberapa waktu lalu. (Ant/OL-9)